Syariah Court Evidence (Federal Territories) Act 1997 s 47
s 47 Oral evidence must be direct
(1) Oral evidence shall in all cases whatever be direct, that is to say—
(a) if it refers to a fact which could be seen, it must be the evidence of a witness who says he saw it;
(b) if it refers to a fact which could be heard, it must be the evidence of a witness who says he heard it;
(c) if it refers to a fact which could be perceived by any other sense or in any other manner, it must be the evidence of a witness who says he perceived it by that sense or in that manner;
(d) if it refers to an opinion or to the grounds on which that opinion is held, it must be the evidence of the person who holds that opinion on those grounds.
(2) The opinions of experts expressed in any treatise commonly offered for sale and the grounds on which such opinions are held may be proved by the production of the treatise.
(3) If oral evidence refers to the existence or condition of any material thing including a document, the Court may, if it thinks fit, require the production of that material thing or the document for its inspection.
Malay text (authoritative)
Keterangan lisan mestilah secara langsung
(1) Dalam segala hal apa jua pun, keterangan lisan hendaklah diberikan secara langsung, iaitu—
(a) jika ia merujuk kepada fakta yang boleh dilihat, maka ia mestilah keterangan saksi yang mengatakan dia telah melihat fakta itu;
(b) jika ia merujuk kepada fakta yang boleh didengar, maka ia mestilah keterangan saksi yang mengatakan dia telah mendengar fakta itu;
(c) jika ia merujuk kepada fakta yang boleh ditanggap melalui mana-mana deria rasa yang lain atau dengan apa-apa cara yang lain, maka ia mestilah keterangan saksi yang mengatakan dia telah menanggapnya dengan deria rasa itu atau dengan cara itu;
(d) jika ia merujuk kepada pendapat atau alasan yang berasaskannya pendapat itu dipegang, maka ia mestilah keterangan orang yang berpegang pada pendapat itu atas alasan itu.
(2) Pendapat pakar yang dinyatakan dalam mana-mana treatis yang biasanya ditawarkan untuk jualan dan alasan yang berasaskannya pendapat itu dipegang bolehlah dibuktikan dengan mengemukakan treatis itu.
(3) Jika keterangan lisan merujuk kepada kewujudan atau keadaan apa-apa benda material, termasuk sesuatu dokumen, maka Mahkamah boleh, jika difikirkannya patut, menghendaki supaya benda material atau dokumen itu dikemukakan untuk pemeriksaannya.
Read this section in the full act → · Open Chapter 2 →
Find Act 561 on lom.agc.gov.my ↗
Text as at 1 January 2006 (LOM reprint); amendments made after that date may not be incorporated.
Source: Laws of Malaysia, Attorney General's Chambers of Malaysia (lom.agc.gov.my). Not a copy of the Gazette printed by the Government Printer (Interpretation Acts 1948 and 1967, s 61).