My bookmarksSign up free
← Water Services Industry Act 2006

Water Services Industry Act 2006 s 110

Water Services Industry Act 2006 s 110

s 110 Application to High Court to facilitate agreement or arrangement for transfer of whole or part of business of licensee being given effect to

(1) Where the Minister has granted his approval under section 109 to an application in respect of an agreement or arrangement under paragraph 109(1)(b) or (c), the transferor and the transferee may make a joint application to the High Court by way of an ex parte originating summons for an order of the Court as may be required by them to facilitate or enable the agreement or arrangement being given effect to. (2) The joint application sought under subsection (1) may be for all or any of the following orders: (a) the date on and from which the agreement or arrangement shall take effect, being a date earlier or later than the date of the application; (b) the vesting of any property held by the transferor, either alone or jointly with any other person, in the transferee either alone or jointly with such other person, on and from the transfer date in the same capacity and with and subject to the powers, provisions and liabilities applicable thereto respectively; (c) for any existing instrument, whether in the form of a deed, will or otherwise, or order of any court, under or by virtue of which any property became vested in the transferor, to be construed and to have effect as if any reference to the transferor in the instrument or order is substituted with a reference to the transferee; (d) for any existing agreement to which the transferor is a party, to be construed and to have effect as if the transferee is a party to the agreement instead of the transferor; (e) where any right or liability of the transferor is transferred to the transferee, for the transferee to have the same rights, powers and remedies of the transferor as if the transferee had at all times has such right or liability and the right and liability shall include the right and liability in respect of any legal proceedings or applications to any authority pending immediately before the transfer date by or against the transferor; (f) any judgment or award obtained by or against the transferor and not fully satisfied before the transfer date, to be enforceable by or against the transferee; and (g) for all such incidental, consequential and supplemental orders as are necessary to secure that the agreement or arrangement to be fully and effectively carried out. (3) On the hearing of an application under subsection (1), the High Court may grant an order in the terms applied for or with such modifications or variations as the Court deems just or proper in the circumstances of the case. (4) Where the order of the High Court under subsection (3) provides for the transfer of any property or business vested in or held by the transferor, either alone or jointly with any other person, then by virtue of the order that property or business shall on and from the transfer date become vested in or held by the transferee either alone or jointly with such other person and the order shall have effect according to its terms notwithstanding anything in any law or in any rule of law, and shall be binding on any person affected by the order regardless that the person so affected is not a party to, or had no notice of, the proceedings or any other related proceedings under this section. (5) The order of the High Court made under subsection (3) shall, subject to the directions of the High Court, be published by the transferee in not less than two daily newspapers published in Malaysia and approved by the Commission, one of which shall be in the national language and the other in English. (6) The transferor shall, within thirty days of the making of the order of the High Court under subsection (3), lodge an authenticated copy of the following documents with the Companies Commission of Malaysia and the appropriate authority, if any, concerned with the registration or recording of dealings in any movable property or any interest in movable property transferred pursuant to the order: (a) the order of the High Court; (b) the agreement or arrangement approved by the Minister under section 109; and (c) the Minister’s approval under section 109. (7) Where an order of the High Court under subsection (3) vests any alienated land or any share or interest in any alienated land in the transfereeβ€” (a) the High Court shall, where such alienated land is in Peninsular Malaysia and the Federal Territory of Putrajaya, pursuant to subsection 420(2) of the National Land Code, cause a copy of the order to be served on the Registrar of Titles or the Land Administrator, as the case may be, immediately after the making of the order so that the Registrar of Titles or the Land Administrator, as the case may be, gives effect to subsections 420(2), (3) and (4) of the National Land Code; or (b) where such alienated land is in the Federal Territory of Labuan, the transferee shall, as soon as practicable, after the order has been made, present an authenticated copy of such order to the Registrar for the registration of the vesting of the alienated land or of the share or interest in the alienated land as provided under the Sabah Land Ordinance as modified by the Federal Territory of Labuan (Modification of Land Ordinance) Order 1984. (8) An order of the High Court under subsection (3) may relate to any property or business of the transferor outside Malaysia and, if it so relates, effect may be given to it either in accordance with any reciprocal arrangements relating to the enforcement of judgments that may exist between Malaysia and the country, territory or place outside Malaysia in which such property or business is located, or where there are no such reciprocal arrangements, in accordance with the law applicable in such country, territory or place.

Malay text (authoritative)

(1) Jika Menteri telah memberikan kelulusannya di bawah seksyen 109 bagi suatu permohonan berkenaan dengan perjanjian atau perkiraan di bawah perenggan 109(1)(b) atau (c), pemindah milik dan penerima pindahan itu boleh membuat permohonan bersama kepada Mahkamah Tinggi melalui saman pemula ex parte untuk mendapatkan suatu perintah Mahkamah sebagaimana yang dikehendaki oleh mereka untuk memudahkan atau membolehkan perjanjian atau perkiraan itu dikuatkuasakan. (2) Permohonan bersama yang dibuat di bawah subseksyen (1) boleh bagi semua atau mana-mana perintah yang berikut: (a) tarikh pada dan yang darinya perjanjian atau perkiraan itu hendaklah berkuat kuasa, iaitu suatu tarikh yang lebih awal atau terkemudian dari tarikh permohonan itu; (b) peletakhakan apa-apa harta yang dipegang oleh pemindah milik, sama ada secara sendirian atau bersesama dengan mana-mana orang lain, pada penerima pindahan sama ada secara sendirian atau bersesama dengan mana-mana orang lain, pada dan dari tarikh pemindahmilikan atas sifat yang sama dan dengan serta tertakluk masingmasingnya kepada kuasa, peruntukan dan tanggungan yang berkenaan dengannya; (c) bagi apa-apa surat cara yang sedia ada, sama ada dalam bentuk surat ikatan, wasiat atau selainnya, atau perintah mana-mana mahkamah, yang di bawahnya atau menurut kuasanya apa-apa harta menjadi terletak hak pada pemindah milik, hendaklah ditafsirkan dan dikuatkuasakan seolaholah apa-apa sebutan tentang pemindah milik dalam surat cara atau perintah itu digantikan dengan sebutan tentang penerima pindahan; (d) bagi apa-apa perjanjian yang sedia ada yang pemindah milik ialah pihak kepadanya, hendaklah ditafsirkan dan dikuatkuasakan seolah-olah penerima pindahan ialah pihak kepada perjanjian itu sebagai ganti pemindah milik; (e) jika apa-apa hak atau tanggungan pemindah milik dipindahmilikkan kepada penerima pindahan, bagi memberikan penerima pindahan hak, kuasa dan remedi yang sama yang ada pada pemindah milik seolah-olah penerima pindahan pada setiap masa mempunyai hak atau tanggungan itu dan hak dan tanggungan itu hendaklah termasuk hak dan tanggungan yang berkenaan dengan apa-apa prosiding undang-undang atau permohonan kepada mana-mana pihak berkuasa yang belum selesai sebelum sahaja tarikh pemindahmilikan itu oleh atau terhadap pemindah milik; (f) apa-apa penghakiman atau award yang didapatkan oleh atau terhadap pemindah milik dan tidak diselesaikan dengan sepenuhnya sebelum tarikh pemindahmilikan itu, hendaklah dikuatkuasakan oleh atau terhadap penerima pindahan itu; dan (g) bagi semua perintah sampingan, berbangkit dan tambahan sebagaimana yang perlu untuk memastikan perjanjian atau perkiraan itu dilaksanakan sepenuhnya dan dengan berkesan. (3) Apabila mendengar permohonan di bawah subseksyen (1), Mahkamah Tinggi boleh mengeluarkan suatu perintah mengikut terma yang dipohon atau dengan apa-apa pengubahsuaian atau pengubahan yang difikirkan adil atau patut oleh Mahkamah dalam hal keadaan kes itu. (4) Jika perintah Mahkamah Tinggi di bawah subseksyen (3) memperuntukkan supaya pemindahmilikan apa-apa harta atau perniagaan yang terletak hak atau dipegang oleh pemindah milik, sama ada secara sendirian atau bersesama dengan mana-mana orang lain, maka menurut kuasa perintah itu, harta atau perniagaan itu hendaklah pada dan dari tarikh pemindahmilikan itu menjadi terletak hak pada atau dipegang oleh penerima pindahan sama ada secara sendirian atau bersesama dengan mana-mana orang lain dan perintah itu hendaklah berkuat kuasa mengikut terma-termanya walau apa pun apa-apa jua yang terkandung dalam mana-mana undang-undang atau dalam mana-mana rukun undang-undang, dan hendaklah mengikat mana-mana orang yang terjejas oleh perintah itu tanpa mengira sama ada orang yang terjejas itu tidak merupakan suatu pihak kepada, atau tidak mempunyai notis mengenai, prosiding itu atau mana-mana prosiding berkaitan yang lain di bawah seksyen ini. (5) Perintah Mahkamah Tinggi yang dibuat di bawah subseksyen (3) hendaklah, tertakluk kepada arahan Mahkamah Tinggi, disiarkan oleh penerima pindahan dalam sekurang-kurangnya dua surat khabar harian yang diterbitkan di Malaysia dan diluluskan oleh Suruhanjaya, satu daripadanya hendaklah dalam bahasa kebangsaan dan satu lagi dalam bahasa Inggeris. (6) Pemindah milik hendaklah, dalam masa tiga puluh hari dari tarikh pembuatan perintah Mahkamah Tinggi di bawah subseksyen (3), menyerah simpan suatu salinan yang disahkan dokumen yang berikut dengan Suruhanjaya Syarikat Malaysia dan pihak berkuasa yang sesuai, jika ada, yang berkenaan dengan pendaftaran atau perekodan urus niaga apa-apa harta alih atau kepentingan mengenai harta alih yang dipindahmilikkan menurut perintah itu: (a) perintah Mahkamah Tinggi; (b) perjanjian atau perkiraan yang diluluskan oleh Menteri di bawah seksyen 109; dan (c) kelulusan Menteri di bawah seksyen 109. (7) Jika suatu perintah Mahkamah Tinggi di bawah subseksyen (3) meletakhakkan mana-mana tanah beri hakmilik atau apa-apa syer atau kepentingan mengenai mana-mana tanah beri hakmilik, pada penerima pindahanβ€” (a) Mahkamah Tinggi hendaklah, jika tanah beri hakmilik itu terletak di dalam Semenanjung Malaysia dan Wilayah Persekutuan Putrajaya, menurut subseksyen 420(2) Kanun Tanah Negara, menyebabkan supaya suatu salinan perintah itu disampaikan kepada Pendaftar Hakmilik atau Pentadbir Tanah, mengikut mana-mana yang berkenaan, selepas sahaja pembuatan perintah itu supaya Pendaftar Hakmilik atau Pentadbir Tanah, mengikut mana-mana yang berkenaan, boleh menguatkuasakan subseksyen 420(2), (3) dan (4) Kanun Tanah Negara; atau (b) jika tanah beri hakmilik itu terletak di dalam Wilayah Persekutuan Labuan, penerima pindahan itu hendaklah, dengan secepat yang dapat dilaksanakan, selepas perintah itu dibuat, mengemukakan salinan sah perintah itu kepada Pendaftar untuk pendaftaran peletakhakan tanah beri hakmilik itu atau bahagian atau kepentingan mengenai tanah beri hakmilik itu sebagaimana yang diperuntukkan di bawah Perintah Wilayah Persekutuan Labuan (Pengubahsuaian Ordinan Tanah) 1984. (8) Suatu perintah Mahkamah Tinggi di bawah subseksyen (1) boleh berkaitan dengan mana-mana harta atau perniagaan pemindah milik di luar Malaysia dan, jika berkaitan sedemikian, kuat kuasa boleh diberikan terhadapnya sama ada mengikut apa-apa perkiraan bersaling yang berhubungan dengan penguatkuasaan penghakiman yang wujud antara Malaysia dengan negara, wilayah atau tempat di luar Malaysia yang di dalamnya harta atau perniagaan itu terletak, atau jika tidak terdapat perkiraan bersaling sedemikian, mengikut undang-undang yang terpakai di negara, wilayah atau tempat itu.

Read this section in the full act β†’ Β· Open Part VIII β†’

Find Act 655 on lom.agc.gov.my β†—

Text as at 1 August 2006 (LOM reprint); amendments made after that date may not be incorporated.

Source: Laws of Malaysia, Attorney General's Chambers of Malaysia (lom.agc.gov.my). Not a copy of the Gazette printed by the Government Printer (Interpretation Acts 1948 and 1967, s 61).

What to look at next