Capital Markets and Services Act 2007 s 51
s 51 Participant to be a party to certain transactions as principal
(1) Where—
(a) a participant in his capacity as such enters into any transaction (including a market contract) with an approved clearing house; and
(b) but for this subsection, the participant would be a party to that transaction as agent,
then, notwithstanding any provision under any law, as between, but only as between, the approved clearing house and any other person (including the participant and the person who is his principal in respect of that transaction), the participant shall for all purposes (including any civil action, claim or demand)—
(A) be deemed not to be a party to that transaction as agent; and
(B) be deemed to be a party to that transaction as principal.
(2) Where—
(a) two or more participants in their capacities as such enter into any transaction; and
(b) but for this subsection, any such participant would be a party to that transaction as agent,
then, notwithstanding any provision under any law, any such participant to whom paragraph (b) applies shall for all purposes (including any civil action, claim or demand), except as between, but only as between, him and the person who is his principal in respect of the transaction—
(A) be deemed not to be a party to that transaction as agent; and
(B) be deemed to be a party to that transaction as principal.
Malay text (authoritative)
Peserta menjadi pihak dalam transaksi tertentu sebagai prinsipal
(1) Jika—
(a) seseorang peserta atas sifatnya yang demikian membuat apa-apa transaksi (termasuk suatu kontrak pasaran) dengan suatu pusat penjelasan diluluskan; dan
(b) disebabkan subseksyen ini, peserta itu merupakan suatu pihak dalam transaksi itu sebagai ejen,
maka, walau apa pun apa-apa peruntukan di bawah mana-mana undang-undang, antara, tetapi hanya antara, pusat penjelasan diluluskan itu dengan mana-mana orang lain (termasuk peserta itu dan orang yang menjadi prinsipalnya berkenaan dengan transaksi itu), peserta itu hendaklah bagi semua maksud (termasuk manamana tindakan sivil atau tuntutan)—
(A) disifatkan tidak menjadi suatu pihak kepada transaksi itu sebagai ejen; dan
(B) disifatkan menjadi suatu pihak kepada transaksi itu sebagai prinsipal.
(2) Jika—
(a) dua atau lebih peserta atas sifatnya yang demikian membuat apa-apa transaksi; dan
(b) tetapi untuk subsekyen ini, mana-mana peserta itu akan menjadi suatu pihak dalam transaksi itu sebagai ejen,
maka, walau apa pun apa-apa peruntukan di bawah mana-mana undang-undang, mana-mana peserta yang baginya perenggan
(b) terpakai hendaklah bagi semua maksud (termasuk apa-apa tindakan sivil atau tuntutan), kecuali antara, tetapi hanya antara, dia dengan orang yang menjadi prinsipalnya berkenaan dengan transaksi itu—
(A) disifatkan tidak menjadi suatu pihak dalam transaksi itu sebagai ejen; dan
(B) disifatkan menjadi suatu pihak dalam transaksi itu sebagai prinsipal.
Read this section in the full act → · Open Division 2 →
Find Act 671 on lom.agc.gov.my ↗
Source: Laws of Malaysia, Attorney General's Chambers of Malaysia (lom.agc.gov.my). Not a copy of the Gazette printed by the Government Printer (Interpretation Acts 1948 and 1967, s 61).