(1) The conditions for transfer of a prisoner to or from Malaysia are fulfilled if—
(a) the sentence of imprisonment of or the order made upon the finding of guilt imposing a term of imprisonment on the prisoner is not subject to appeal to any court or tribunal;
(b) the acts or omissions constituting the offence on account of which the prisoner is serving the sentence in the sentencing State would, if the acts or omissions had occurred in the State to which transfer is sought, also have constituted an offence in that State unless the Minister and the appropriate authority agree otherwise;
(c) at the time the application for the transfer is made at least six months of the prisoner’s sentence remains to be served, irrespective of whether the prisoner has been released on parole or otherwise, provided that the Minister and the appropriate authority may determine a shorter period;
(d) the Minister and the appropriate authority have given their consent to the transfer;
(e) the consent of the prisoner has been obtained, if such consent is required by the treaty or other agreement between Malaysia and the prescribed foreign State, or any other treaty or agreement to which Malaysia or the prescribed foreign State is a party to; and
(f) any other requirements agreed to between Malaysia and the prescribed foreign State are satisfied including conditions provided in or made under any treaty or agreement between Malaysia and the prescribed foreign State.
(2) For the transfer of a prisoner to or from Malaysia, the Minister may refuse the application for transfer or may not grant his consent to the transfer if—
(a) the prisoner has been sentenced to death;
(b) such transfer would affect the sovereignty, security, public order or other essential public interest of Malaysia;
(c) such transfer of the prisoner would impose an excessive burden on the resources of Malaysia; or
(d) such transfer would require steps to be taken that would be contrary to any written law.
Malay text (authoritative)
Syarat bagi pemindahan
(1) Syarat bagi pemindahan seseorang banduan ke atau dari Malaysia adalah dipenuhi jika—
(a) hukuman pemenjaraan atau perintah yang dibuat berdasarkan suatu dapatan bersalah yang mengenakan suatu tempoh pemenjaraan ke atas banduan itu tidak tertakluk kepada rayuan ke mana-mana mahkamah atau tribunal;
(b) tindakan atau peninggalan yang merupakan kesalahan yang menyebabkan banduan itu menjalani hukuman di dalam Negara yang menjatuhkan hukuman itu, jika tindakan atau peninggalan itu berlaku di dalam Negara yang kepadanya pemindahan diminta, juga merupakan suatu kesalahan di dalam Negara itu melainkan jika Menteri dan pihak berkuasa berkenaan bersetuju selainnya;
(c) pada masa permohonan bagi pemindahan dibuat sekurangkurangnya enam bulan daripada hukuman banduan itu masih belum dijalani, tanpa mengambil kira sama ada banduan itu telah dilepaskan atas parol atau selainnya, dengan syarat Menteri dan pihak berkuasa berkenaan boleh menentukan suatu tempoh yang lebih singkat;
(d) Menteri dan pihak berkuasa berkenaan telah memberikan keizinan mereka bagi pemindahan itu;
(e) keizinan banduan telah diperoleh, jika keizinan itu dikehendaki oleh triti atau apa-apa perjanjian lain antara Malaysia dan Negara asing yang ditetapkan, atau manamana triti atau perjanjian lain yang Malaysia atau Negara asing yang ditetapkan menjadi pihak; dan
(f) apa-apa kehendak lain yang dipersetujui antara Malaysia dan Negara asing yang ditetapkan telah dipenuhi, termasuk syarat yang diperuntukkan dalam atau dibuat di bawah mana-mana triti atau perjanjian antara Malaysia dan Negara asing yang ditetapkan.
(2) Bagi pemindahan banduan ke atau dari Malaysia, Menteri boleh menolak permohonan bagi pemindahan atau tidak memberikan keizinannya bagi pemindahan itu jika—
(a) banduan itu telah dijatuhi hukuman mati;
(b) pemindahan itu akan menjejaskan kedaulatan, keselamatan, ketenteraman awam atau kepentingan awam perlu yang lain bagi Malaysia;
(c) pemindahan banduan itu akan mengenakan tanggungan beban yang berlebihan ke atas sumber kewangan Malaysia; atau
(d) pemindahan itu akan menghendaki langkah-langkah yang bertentangan dengan mana-mana undang-undang bertulis diambil.
Source: Laws of Malaysia, Attorney General's Chambers of Malaysia (lom.agc.gov.my). Not a copy of the Gazette printed by the Government Printer (Interpretation Acts 1948 and 1967, s 61).