(1) The Tribunal may—
(a) appoint one or more experts to report to it on specific issues to be determined by the Tribunal; and
(b) require a party to give the expert any relevant information or to produce or to provide access to any relevant document or property for the expert’s inspection.
(2) If the party so requests or if the Tribunal considers it necessary, the expert shall, after delivery of a written or oral report, participate in a hearing where the parties have the opportunity to put questions to the expert and to present other expert witnesses in order to testify on the points at issue.
Malay text (authoritative)
Pelantikan pakar oleh Tribunal
(1) Tribunal boleh—
(a) melantik seorang atau lebih pakar untuk melaporkan kepadanya mengenai isu tertentu yang hendaklah ditentukan oleh Tribunal; dan
(b) menghendaki suatu pihak untuk memberikan kepada pakar itu apa-apa maklumat yang berkaitan atau untuk mengemukakan atau untuk memberikan akses kepada mana-mana dokumen atau harta yang berkaitan bagi pemeriksaan oleh pakar itu.
(2) Jika suatu pihak meminta sedemikan atau jika Tribunal menimbangkannya sebagai perlu, pakar itu hendaklah, selepas penghantarserahan suatu laporan bertulis atau lisan, mengambil bahagian dalam pendengaran yang pihak-pihak itu berpeluang untuk mengemukakan soalan kepada pakar itu dan untuk mengemukakan saksi pakar yang lain untuk memberikan keterangan mengenai perkara yang menjadi isu itu.
Source: Laws of Malaysia, Attorney General's Chambers of Malaysia (lom.agc.gov.my). Not a copy of the Gazette printed by the Government Printer (Interpretation Acts 1948 and 1967, s 61).