My bookmarksSign up free
← Online Safety Act 2025

Online Safety Act 2025 s 48

Online Safety Act 2025 s 48

s 48 Powers of Online Safety Appeal Tribunal

(1) The Online Safety Appeal Tribunal shall have the power— (a) to summon parties to its proceedings or any other person to attend before it to give evidence in respect of an appeal; (b) to procure and receive evidence on oath or affirmation, whether written or oral, and examine all such persons as witnesses as the Online Safety Appeal Tribunal thinks necessary to procure, receive or examine; (c) where a person is so summoned, to require the production of any book, paper, document, record or other thing in his possession or under his control and which the Online Safety Appeal Tribunal may consider necessary for the purposes of the appeal; (d) to administer any oath, affirmation or statutory declaration, as the case may require; (e) where a person is so summoned, to allow the payment for any reasonable expenses incurred in connection with his attendance; (f) to admit evidence or reject evidence adduced, whether written or oral, and whether admissible or inadmissible under the provisions of any written law for the time being in force relating to the admissibility of evidence; (g) to adjourn the hearing of an appeal from time to time, including the power to adjourn to consider its decision; and (h) to generally direct and do all such things as may be necessary or expedient for the expeditious decision of the appeal. (2) The Online Safety Appeal Tribunal shall have the power of a subordinate court with regard to the enforcement of attendance of witnesses, hearing evidence on oath or affirmation and punishment for contempt.

Malay text (authoritative)

Kuasa Tribunal Rayuan Keselamatan dalam Talian

(1) Tribunal Rayuan Keselamatan dalam Talian hendaklah mempunyai kuasa— (a) untuk memanggil pihak-pihak ke prosidingnya atau mana-mana orang lain supaya hadir di hadapannya untuk memberikan keterangan berkenaan dengan sesuatu rayuan; (b) untuk mendapatkan dan menerima keterangan dengan sumpah atau ikrar, sama ada secara bertulis atau lisan, dan memeriksa semua orang itu sebagai saksi sebagaimana yang difikirkan perlu oleh Tribunal Rayuan Keselamatan dalam Talian untuk didapatkan, diterima atau diperiksa; (c) jika seseorang dipanggil sedemikian, untuk menghendaki pengemukaan apa-apa buku, kertas, dokumen, rekod atau benda lain dalam milikannya atau di bawah kawalannya dan yang difikirkan perlu oleh Tribunal Rayuan Keselamatan dalam Talian bagi maksud rayuan itu; (d) untuk mengendalikan apa-apa sumpah, ikrar atau akuan berkanun, mengikut kehendak keadaan; (e) apabila seseorang dipanggil sedemikian, untuk membenarkan bayaran bagi apa-apa perbelanjaan yang munasabah yang dilakukan berkaitan dengan kehadirannya; (f) untuk menerima keterangan atau menolak keterangan yang dikemukakan, sama ada secara bertulis atau lisan, dan sama ada boleh diterima atau tidak boleh diterima di bawah peruntukan mana-mana undang-undang bertulis yang sedang berkuat kuasa yang berhubungan dengan kebolehterimaan keterangan; (g) untuk menangguhkan pendengaran rayuan dari semasa ke semasa, termasuk kuasa untuk membuat penangguhan bagi mempertimbangkan keputusannya; dan (h) untuk secara amnya mengarahkan dan melakukan segala perkara yang perlu atau suai manfaat bagi mempercepat keputusan rayuan. (2) Tribunal Rayuan Keselamatan dalam Talian hendaklah mempunyai kuasa sebagai mahkamah rendah berkenaan dengan penguatkuasaan kehadiran saksi-saksi, pendengaran keterangan dengan sumpah atau ikrar dan penjatuhan hukuman bagi penghinaan.

Read this section in the full act → · Open Part VII →

Find Act 866 on lom.agc.gov.my ↗

Source: Laws of Malaysia, Attorney General's Chambers of Malaysia (lom.agc.gov.my). Not a copy of the Gazette printed by the Government Printer (Interpretation Acts 1948 and 1967, s 61).

What to look at next