My bookmarksSign up free
← Trustee Act 1949

Trustee Act 1949 s 40

Trustee Act 1949 s 40

s 40 Power of appointing new or additional trustees

(1) Where a trustee, either original or substituted, and whether appointed by a Court or otherwise, is dead, or remains out of Malaysia for more than twelve months, or desires to be discharged from all or any of the trusts or powers reposed in or conferred on him, or refuses or is unfit to act therein, or is incapable of acting therein, or is a minor, then, subject to the restrictions imposed by this Act on the number of trustees— (a) the person or person nominated for the purpose of appointing new trustees by the instrument, if any, creating the trust; or (b) if there is no such person, or no such person able and willing to act, then the surviving or continuing trustees or trustee for the time being, or the personal representatives of the last surviving or continuing trustee, may, by writing, appoint one or more other persons (whether or not being the persons exercising the power) to be a trustee or trustees in the place of the trustee so deceased, remaining out of Malaysia, desiring to be discharged, refusing, or being unfit or being incapable, or being a minor, as aforesaid. (2) Where a trustee has been removed under a power contained in the instrument creating the trust, a new trustee or new trustees may be appointed in the place of the trustee who is removed, as if he were dead, or, in the case of a corporation, as if the corporation desired to be discharged from the trust, and this section shall apply accordingly, but subject to the restrictions imposed by this Act on the number of trustees. (3) Where a corporation being a trustee is or has been dissolved, either before or after the commencement of this Act, then, for the purposes of this section and of any written law replaced thereby, the corporation shall be deemed to be and to have been from the date of the dissolution incapable of acting in the trusts or powers reposed in or conferred on the corporation. (4) The power of appointment given by subsection (1) or any similar previous written law to the personal representatives of a last surviving or continuing trustee shall be and shall be deemed always to have been exercisable by the executors for the time being (whether original or by representation) of the surviving or continuing trustee who have proved the will of their testator or by the administrators for the time being of such trustee without the concurrence of any executor who has renounced or has not proved. (5) But a sole or last surviving executor intending to renounce, or all the executors where they all intend to renounce, shall have and shall be deemed always to have had power, at any time, before renouncing probate, to exercise the power of appointment given by this section, or by any similar previous enactment, if willing to act for that purpose and without accepting the office of executor. (6) Where a sole trustee, other than a trust corporation is or has been originally appointed to act in a trust, or where, in the case of any trust, there are not more than three trustees (none of them being a trust corporation) either original or substituted and whether appointed by the Court or otherwise, then and in any such case— (a) the person or persons nominated for the purpose of appointing new trustees by the instrument, if any, creating the trust; or (b) if there is no such person, or no such person able and willing to act, then the trustee or trustees for the time being, may, by writing, appoint another person or other persons to be an additional trustee or additional trustees, but it shall not be obligatory to appoint any additional trustee, unless the instrument, if any, creating the trust, or any written law provides to the contrary, nor shall the number of trustees be increased beyond four by virtue of any such appointment. (7) Every new trustee appointed under this section, as well before as after all the trust property becomes by law, or by assurance, or otherwise, vested in him, shall have the same powers, authorities, and discretions, and may in all respects act as if he had been originally appointed a trustee by the instrument, if any, creating the trust. (8) The provisions of this section relating to a trustee who is dead include the case of a person nominated trustee in a will but dying before the testator, and those relative to a continuing trustee include a refusing or retiring trustee, if willing to act in the execution of the provisions of this section. (9) Where a person who is mentally disordered or of unsound mind, being a trustee, is also entitled in possession to some beneficial interest in the trust property, no appointment of a new trustee in his place shall be made by the continuing trustees or trustee, under this section, unless leave has been given by the Court to make the appointment.

Malay text (authoritative)

Kuasa melantik pemegang amanah baharu atau tambahan

(1) Jika seseorang pemegang amanah, sama ada yang asal atau gantinya, dan sama ada dilantik oleh Mahkamah atau selainnya, telah mati, atau berada di luar Malaysia selama lebih daripada dua belas bulan, atau berhasrat supaya dilepaskan daripada kesemua atau manamana amanah atau kuasa yang ada atau yang diberi kepadanya, atau tidak layak atau tidak berdaya bertindak bagi amanah itu, atau, belum dewasa, maka, tertakluk kepada sekatan-sekatan yang dikenakan oleh Akta ini ke atas bilangan pemegang amanah— (a) orang atau orang-orang yang dinamakan bagi maksud melantik pemegang amanah baharu dalam surat cara, jika ada, yang mewujudkan amanah itu; atau (b) jika tidak ada orang sedemikian, atau tidak ada orang itu yang mampu dan sanggup bertindak, maka pemegangpemegang amanah yang masih hidup atau berterusan atau pemegang amanah pada masa itu, atau wakil diri pemegang amanah yang terakhir sekali yang tinggal hidup atau pemegang amanah berterusan, boleh, secara bertulis, melantik seorang atau beberapa orang (sama ada dia orang yang menjalankan kuasa itu atau tidak) menjadi pemegang amanah atau pemegang-pemegang amanah baharu sebagai ganti pemegang amanah yang telah mati, yang tinggal di luar Malaysia, yang berhasrat supaya dilepaskan, yang enggan, atau yang tidak layak atau tidak berdaya, atau yang belum dewasa, sebagaimana tersebut dahulu. (2) Jika seseorang pemegang amanah telah dipecat di bawah kuasa yang terkandung dalam surat cara yang mewujudkan amanah itu, pemegang amanah atau pemegang-pemegang amanah baharu boleh dilantik sebagai ganti pemegang amanah yang dipecat itu, seolah-olah dia telah mati, atau, jika sekiranya suatu perbadanan, seolah-olah perbadanan itu berhasrat supaya dilepaskan daripada amanah itu, dan seksyen ini hendaklah terpakai dengan sewajarnya, tetapi tertakluk kepada sekatan yang dikenakan oleh Akta ini ke atas bilangan pemegang-pemegang amanah. (3) Jika sesuatu perbadanan yang menjadi pemegang amanah dibubar atau telah dibubarkan, sama ada sebelum atau selepas mula berkuatkuasanya Akta ini, maka, bagi maksud seksyen ini dan manamana undang-undang bertulis lain yang digantikannya, perbadanan itu hendaklah, mulai dari tarikh pembubaran itu, disifatkan sebagai dan telah menjadi tidak berdaya bertindak melaksanakan amanah atau menjalankan kuasa yang ada pada atau diberi kepada perbadanan itu. (4) Kuasa pelantikan yang diberi oleh subseksyen (1) atau manamana undang-undang bertulis sebelumnya yang serupa kepada wakil diri pemegang amanah yang terakhir sekali tinggal yang hidup atau pemegang amanah berterusan boleh dijalankan dan hendaklah sentiasanya disifatkan boleh dijalankan oleh wasi pada masa itu (sama ada yang asal atau gantinya) bagi pemegang amanah yang masih hidup atau pemegang amanah berterusan yang telah membuktikan wasiat pewasiat mereka atau oleh pentadbir pada masa itu bagi pemegang amanah sedemikian tanpa memerlukan persetujuan mana-mana wasi yang telah menolak atau yang masih belum membuktikan wasiat pewasiat mereka. (5) Bagaimanapun seseorang wasi tunggal, atau wasi yang terakhir tinggal yang hidup yang bercadang hendak menolak, atau ke semua wasi jika kesemua mereka bercadang hendak menolak, hendaklah mempunyai kuasa dan hendaklah sentiasanya disifatkan mempunyai kuasa, pada bila-bila masa, sebelum probet ditolak, untuk menjalankan kuasa pelantikan yang diberi oleh seksyen ini, atau oleh mana-mana enakmen sebelumnya yang serupa, jika mereka sanggup bertindak bagi maksud itu dan tanpa dengan yang demikian itu menerima jawatan wasi itu. (6) Jika seseorang pemegang amanah tunggal, selain perbadanan amanah dilantik atau telah dilantik pada asalnya untuk bertindak bagi sesuatu amanah, atau jika, dalam hal mana-mana amanah, terdapat tidak lebih daripada tiga orang pemegang amanah (tiada seorang pun daripada mereka merupakan suatu perbadanan amanah) sama ada yang asal atau yang diganti dan sama ada dilantik oleh Mahkamah atau selainnya, maka dan dalam mana-mana hal sedemikian— (a) orang atau orang-orang yang dinamakan bagi maksud melantik pemegang amanah baharu oleh surat cara, jika ada, yang mewujudkan amanah itu; atau (b) jika tidak ada orang sedemikian, atau tidak ada orang itu yang mampu dan sanggup bertindak, maka pemegang amanah atau pemegang-pemegang amanah pada masa itu, boleh, secara bertulis, melantik seorang lain atau orang-orang lain menjadi pemegang amanah atau pemegang-pemegang amanah tambahan itu, tetapi adalah tidak wajib baginya melantik mana-mana pemegang amanah tambahan, melainkan jika surat cara, jika ada, yang mewujudkan amanah itu, atau mana-mana undang-undang bertulis memperuntukkan selainnya, dan bilangan pemegang amanh itu tidak boleh ditambah hingga melebihi empat orang menurut sesuatu pelantikan sedemikian. (7) Tiap-tiap pemegang amanah baharu yang dilantik di bawah seksyen ini, sama ada sebelum atau pun selepas keseluruhan harta amanah itu terletak hak padanya melalui undang-undang atau secara ansurans atau selainnya, hendaklah mempunyai kuasa, wibawa, dan budi bicara yang sama, dan boleh dalam semua hal bertindak seolah- olah dia telah dilantik pada asalnya menjadi pemegang amanah oleh surat cara, jika ada, yang mewujudkan amanah itu. (8) Peruntukan seksyen ini yang berhubungan dengan pemegang amanah yang telah mati termasuk hal orang yang dinamakan pemegang amanah dalam sesuatu wasiat telah mati lebih awal daripada pewasiat, dan peruntukan yang berhubungan dengan pemegang amanah berterusan termasuk pemegang amanah yang menolak atau yang bersara, jika mereka sanggup bertindak menjalankan peruntukan seksyen ini. (9) Jika seseorang yang kecelaruan mental atau tidak sempurna akal, yang menjadi pemegang amanah, adalah juga berhak memiliki apa-apa kepentingan benefisial pada harta amanah itu, pemegang amanah atau pemegang-pemegang amanah berterusan tidak boleh melantik pemegang amanah baharu sebagai ganti orang itu di bawah seksyen ini, melainkan kebenaran telah diberi oleh Mahkamah bagi pelantikan itu.

Read this section in the full act → · Open Part IV →

Find Act 208 on lom.agc.gov.my ↗

Text as at 1 January 2006 (LOM reprint); amendments made after that date may not be incorporated.

Source: Laws of Malaysia, Attorney General's Chambers of Malaysia (lom.agc.gov.my). Not a copy of the Gazette printed by the Government Printer (Interpretation Acts 1948 and 1967, s 61).

What to look at next