Married Women Act 1957 s 4
s 4 Capacity of married women
Subject to this Act, a married woman shall—
(a) be capable of acquiring, holding and disposing of, any property;
(b) be capable of rendering herself, and being rendered, liable in respect of any tort, contract, debt or obligation;
(c) be capable of suing and being sued in her own name either in tort or in contract or otherwise and shall be entitled to all remedies and redress for all purposes; and
(d) be subject to the law relating to bankruptcy and to the enforcement of judgments and orders,
in all respects as if she were a feme sole.
Malay text (authoritative)
Keupayaan perempuan bersuami
Tertakluk pada Akta ini, seorang perempuan bersuami hendaklah—
(a) berupaya untuk memperoleh, memegang dan melupuskan, apa-apa harta;
(b) berupaya untuk menjadikan dirinya, dan dijadikan, bertanggungan berkenaan dengan apa-apa tort, kontrak, hutang atau obligasi;
(c) berupaya untuk membawa guaman dan dibawa guaman atas namanya sendiri sama ada dalam tort atau dalam kontrak atau selainnya dan hendaklah berhak ke atas semua remedi dan tebus rugi bagi segala maksud; dan
Perempuan Bersuami
(d) tertakluk pada undang-undang yang berhubungan dengan kebankrapan dan penguatkuasaan penghakiman dan perintah,
dalam segala hal seolah-olah dia seorang feme sole.
Read this section in the full act →
Find Act 450 on lom.agc.gov.my ↗
Text as at 1 January 2006 (LOM reprint); amendments made after that date may not be incorporated.
Source: Laws of Malaysia, Attorney General's Chambers of Malaysia (lom.agc.gov.my). Not a copy of the Gazette printed by the Government Printer (Interpretation Acts 1948 and 1967, s 61).