Syariah Criminal Procedure (Federal Territories) Act 1997 s 59
Syariah Criminal Procedure (Federal Territories) Act 1997 s 59
s 59 Examination of witnesses by Religious Enforcement Officer
(1) A Religious Enforcement Officer making an investigation under this Chapter may examine orally any person supposed to be acquainted with the facts and circumstances of the case and shall reduce into writing any statement made by the person so examined.
(2) Such person shall be legally bound to answer all questions relating to such case put to him by such officer.
(3) A person making a statement under this section shall be legally bound to state the truth, whether or not such statement is made wholly or partly in answer to questions.
(4) A Religious Enforcement Officer examining a person under subsection (1) shall first inform that person of the provisions of subsections (2) and (3).
(5) A statement made by any person under this section shall, whenever possible, be reduced into writing and signed by the person making it or affixed with his thumb-print in the presence of two witnesses, as the case may be, after it has been read to him in the language in which he made it and after he has been given an opportunity to make any corrections he may wish.
Malay text (authoritative)
Pemeriksaan saksi oleh Pegawai Penguat Kuasa Agama
(1) Seorang Pegawai Penguat Kuasa Agama yang membuat sesuatu penyiasatan di bawah Bab ini boleh memeriksa secara lisan mana-mana orang yang disangka mengetahui fakta dan hal keadaan kes itu dan hendaklah mengubah ke dalam bentuk bertulis apa-apa pernyataan yang dibuat oleh orang yang diperiksa sedemikian.
(2) Orang itu adalah terikat di sisi undang-undang untuk menjawab segala soalan yang berhubungan dengan kes itu yang diajukan kepadanya oleh pegawai itu.
(3) Seseorang yang membuat pernyataan di bawah seksyen ini adalah terikat di sisi undang-undang untuk menyatakan yang benar, sama ada atau tidak pernyataan itu dibuat pada keseluruhannya atau sebahagiannya sebagai jawapan kepada soalan.
(4) Seseorang Pegawai Penguat Kuasa Agama yang memeriksa seseorang di bawah subseksyen (1) hendaklah terlebih dahulu memberitahu orang itu akan subseksyen (2) dan (3).
(5) Sesuatu pernyataan yang dibuat oleh mana-mana orang di bawah seksyen ini hendaklah, apabila mungkin, diubah ke dalam bentuk bertulis dan ditandatangani oleh orang yang membuatnya atau dicapkan dengan cap ibu jarinya di hadapan dua saksi, mengikut mana-mana yang berkenaan, selepas pernyataan itu dibacakan kepadanya dalam bahasa yang dia telah membuatnya dan selepas dia diberi peluang untuk membuat apa-apa pembetulan yang diingininya.
Text as at 1 January 2006 (LOM reprint); amendments made after that date may not be incorporated.
Source: Laws of Malaysia, Attorney General's Chambers of Malaysia (lom.agc.gov.my). Not a copy of the Gazette printed by the Government Printer (Interpretation Acts 1948 and 1967, s 61).