Arbitration Act 2005 s 24
s 24 Language
(1) The parties are free to agree on the language to be used in the arbitral proceedings.
(2) Where the parties fail to agree under subsection (1), the arbitral tribunal shall determine the language to be used in the arbitral proceedings.
(3) The agreement or the determination referred to in subsections
(1) and (2) respectively shall, unless otherwise specified in the agreement or determination, apply to any written statement made by a party, any hearing and any award, decision or other communication by the arbitral tribunal.
(4) The arbitral tribunal may order that any documentary evidence shall be accompanied by a translation into the language agreed upon by the parties or determined by the arbitral tribunal.
Malay text (authoritative)
Bahasa
(1) Pihak-pihak adalah bebas untuk bersetuju mengenai bahasa yang hendaklah digunakan dalam prosiding timbang tara.
(2) Jika pihak-pihak gagal bersetuju di bawah subseksyen (1), tribunal timbang tara hendaklah menentukan bahasa yang hendaklah digunakan dalam prosiding timbang tara itu.
(3) Persetujuan atau penentuan yang masing-masing disebut dalam subseksyen (1) dan (2) hendaklah, melainkan jika dinyatakan selainnya dalam persetujuan atau penentuan itu, terpakai bagi apa-apa pernyataan bertulis yang dibuat oleh suatu pihak, apa-apa pendengaran dan apa-apa award, keputusan atau komunikasi lain oleh tribunal timbang tara itu.
(4) Tribunal timbang tara boleh memerintahkan supaya apa-apa keterangan dokumentar hendaklah disertakan dengan terjemahan ke dalam bahasa yang dipersetujui oleh pihak-pihak atau yang ditentukan oleh tribunal timbang tara itu.
Read this section in the full act → · Open Chapter 5 →
Find Act 646 on lom.agc.gov.my ↗
Source: Laws of Malaysia, Attorney General's Chambers of Malaysia (lom.agc.gov.my). Not a copy of the Gazette printed by the Government Printer (Interpretation Acts 1948 and 1967, s 61).