(1) An enforcement officer making an investigation under this Act or any regulations made under this Act may examine orally any person supposed to be acquainted with the facts and circumstances of the case.
(2) Such person shall be bound to answer all questions relating to such case put to him by the enforcement officer, but he may refuse to answer any question the answer to which would have a tendency to expose him to a criminal charge or penalty or forfeiture.
(3) A person making a statement under this section shall be legally bound to state the truth, whether or not such statement is made wholly or partly in answer to questions.
(4) The enforcement officer examining a person under subsection (1) shall first inform that person of the provisions of subsections (2) and (3).
(5) A statement made by any person under this section shall, wherever possible, be reduced into writing and signed by the person making it or affixed with his thumb print, as the case may be, after—
(a) it has been read to him in the language in which he made it; and
(b) he has been given an opportunity to make any correction he may wish.
Malay text (authoritative)
Pemeriksaan orang yang mengetahui kes
(1) Seseorang pegawai penguat kuasa yang membuat penyiasatan di bawah Akta ini atau mana-mana peraturan-peraturan yang dibuat di bawah Akta ini boleh memeriksa secara lisan manamana orang yang dijangkakan mengetahui fakta dan hal keadaan kes itu.
(2) Orang itu adalah terikat untuk menjawab segala soalan yang berhubungan dengan kes itu yang dikemukakan kepadanya oleh pegawai penguat kuasa, tetapi dia boleh enggan menjawab apa-apa soalan yang jawapannya mungkin mendedahkannya kepada suatu pertuduhan jenayah atau penalti atau pelucuthakan.
(3) Seseorang yang membuat pernyataan di bawah seksyen ini adalah terikat di sisi undang-undang untuk menyatakan yang benar, sama ada atau tidak pernyataan itu dibuat keseluruhannya atau sebahagiannya bagi menjawab soalan itu.
(4) Seseorang pegawai penguat kuasa yang memeriksa seseorang di bawah subseksyen (1) hendaklah terlebih dahulu memaklumkan orang itu mengenai peruntukan subseksyen (2) dan (3).
(5) Suatu pernyataan yang dibuat oleh mana-mana orang di bawah seksyen ini hendaklah, bilamana mungkin, diubah ke dalam bentuk bertulis dan ditandatangani oleh orang yang membuatnya atau dilekatkan dengan cap ibu jarinya, mengikut mana-mana yang berkenaan, selepas—
(a) pernyataan itu dibacakan kepadanya dalam bahasa pernyataan itu dibuat olehnya; dan
(b) dia diberi peluang untuk membuat apa-apa pembetulan yang dia mahu.
Text as at 1 May 2019 (LOM reprint); amendments made after that date may not be incorporated.
Source: Laws of Malaysia, Attorney General's Chambers of Malaysia (lom.agc.gov.my). Not a copy of the Gazette printed by the Government Printer (Interpretation Acts 1948 and 1967, s 61).